unspoken words

ilybilyg

Baiknya kita memang hanya sampai sini ya?
Kita terlalu manis untuk menjadi pahit.
Namun terlalu hambar untuk menjadi manis.

“Kita udahan aja ya?”

Lelaki dengan kaos putihnya itu menatap gadis di depannya yang tengah mengaduk asal minumannya dengan kepala yang sedikit tertunduk.

“Na..”

Lana tersenyum. Ia menatap kekasihnya— ah, mantan kekasihnya untuk seperkian detik. Ia tidak sanggup untuk menatap mata gelap itu. Mata yang tak pernah berbinar ketika melihatnya, tak pernah ada pantulan dirinya dalam mata itu.

Setelah satu tahun lamanya, Ia akhirnya memilih pergi.
Ah tidak, Lana tidak pergi. Ia hanya melepaskan hatinya.
Ia terlalu lelah untuk melanjutkan kepura-purannya.

“We're too broken to fix, Dim.”

Satu tahun bersama lelaki berkulit pale itu memang indah, tidak ada yang saling menyakiti. Tapi fakta bahwa selama itu Lana tidak pernah bisa masuk sekalipun ke dalam hati Dimas membuatnya memilih untuk berhenti. Ia terlalu lelah untuk terus mendobrak pintu itu, pintu yang tidak akan pernah terbuka untuknya sekalipun ia hancurkan.

Lana hanya melepaskan, bukan melupakan.
Bagaimana bisa ia melupakan orang yang masih begitu ia cintai?

Dimas menatap Lana lamat-lamat. Menatap orang yang sebenarnya ia cintai. Bohong memang jika ia mengatakan hanya Lana yang ia cintai. Terlalu tebal benteng nya tertutupi masa lalu hingga ia sendiri pun tidak bisa keluar. Tapi mencintai Lana itu sungguhan. Bagaimana bisa selama setahun ini perasaan itu tidak tumbuh? Meskipun hatinya tidak tahu untuk siapa, namun perasaannya sudah jatuh pada Lana.

Gadis dengan surai hitam sebahunya itu berdiri. Entah mengapa tatapan gelap itu begitu menyakitkan. Untuk pertama kalinya ia bisa melihat dirinya sendiri dalam mata itu, namun itu terlalu telat bagi Lana. Dengan menahan tangisnya, ia keluar dari coffee shop itu setelah berpamitan singkat.

Jika kalian pikir hubungan mereka toxic, itu salah.
“Couple goals nya FSRD” begitulah mereka dikenal. Hubungan yang selalu di idam-idamkan orang lain nyatanya banyak sekali cerita di dalamnya. Dimas begitu baik, sangat baik hingga sulit bagi Lana untuk tidak jatuh cinta dengannya.

Karna itu, karna itu Lana memilih untuk pergi. Dimas terlalu baik sehingga tidak bisa memahami bagaimana seharusnya ia bertindak. Dimas terlalu tidak apa-apa untuk hal yang seharusnya apa-apa, terlalu mengerti padahal sebenarnya tidak mengerti. Terlalu acuh untuk merasakan kecemburuan.

“Letting you go doesn't mean i don't love you anymore.
I'm just letting you go from the pain of missing you.
from being locked in the ocean of the past.

I'm just letting you go so i can be free.
Being healed from the cuts you never even saw.

I wish you nothing but not to let someone fall for you with your act to them when you're not ready for what they wish for. It's nice to know you, your stories, and share laughs with you.

With or without conversation,
You're still the one i love, Dim.”

6/6/23