@naskahjingga on twitter! 💕

Aula Dedrig.

image

“How are u all?”

Seorang laki laki berperawakan tidak terlalu tinggi, yang mengenakan hels rata tapi cukup memberikan kesan jenjang pada kaki nya masuk secara perlahan ke Aula yang diberi nama Dedrig itu.

“Kabar baik, lama tidak berjumpa tuan Noiro.” sapa yang lainnya.

Di ruangan Aula itu, terdapat sekitar 7 orang perwakilan gen-z setiap keluarga vampire yang masih aktif di bumi. Mungkin menurut manusia, kaum Vampire sudah musnah bahkan tidak pernah ada di bumi. Banyak yang meyakini Vampire hanyalah makhluk mitos yang tidak seharusnya diyakini.

7 orang disitu termasuk Jayrico, Cody, dan Marvid hanya tersenyum tipis dengan kedatangan Vampire bernama Noiro itu.

“Sudah 100 Tahun sejak pertemuan terakhir kita. Apa kamu masih dendam padaku, Jayrico Dominic?” ujar Noiro yang sedikit demi sedikit mendekati posisi Jayrico.

“Saya tidak punya waktu untuk dendam pada anda, Noiro.”

“Benarkah? Kenapa tatapan mu padaku sangat menyiratkan rasa ketidaksukaanmu terhadap keberadaan ku?”

Jayrico membuang tatapan yang awalnya ia tujukan pada Noiro. Melihat hal itu, Noiro hanya tertawa kecil sembari duduk ke sisi lain Aula itu.

“Lago akan berhadir?” tanya seorang wanita yang sedari tadi diam menyimak apa yang terjadi.