@naskahjingga on twitter! 💕

Awal.

image

Sebagai permulaan, aku ingin mendeskripsikan betapa indahnya kamu sebagai makhluk tuhan, Ranu.
Lelaki berparas mancung dengan mata yang sedikit sipit seperti seekor rubah. Bertubuh mungil tapi tidak bisa disebut kecil juga. Saat melihatnya, aku yakin kalian akan jatuh hati pada pandangan pertama. Karena kamu definisi malaikat bagiku seutuhnya. Mungkin sedikit hiperbola tapi tidak ada kata yang bisa menggambarkan sebaik kata 'Malaikat'.

Kamu tau?
Bertemu dan menghabiskan waktu denganmu adalah hal yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata kata karena saking bahagianya.
Kamu itu indah.
Indah dalam segi apapun.
Bahkan, aku rasa aku tidak menemukan setitik noda pun pada dirimu.
Kamu itu baik.
Sedikit klasik memang, tapi aku ingin seluruh dunia tau bahwa masih ada manusia sebaik kamu di alam semesta ini.
Sepertinya Boboiboy pun kalah baiknya sama kamu hehe.
Ya walaupun kamu tidak menyelamatkan bumi seperti Boboiboy, tanpa kamu sadari kamu menyelamatkan jiwa orang orang dengan cara kamu sendiri.
Salah satunya adalah aku.
Saat seluruh dunia mengatakan tidak padaku, kamu datang sambil tersenyum tanpa berniat menghakimi aku sedikitpun.
Saat seluruh dunia berusaha menjatuhkan aku, kamu mencoba menguatkan aku dengan berbagai kalimat halus yang keluar dari lisan kamu.
Dan saat seluruh dunia berpaling dari aku, kamu selalu menjadi orang pertama yang ada di samping tubuhku.
Kamu itu istimewa.
Seperti martabak asin dengan telor 10 karena saking istimewanya hehe.
Terkadang aku sedih, nu.
Ada kalanya semesta tidak adil dalam memperlakukan kamu.
Aku pingin marah tapi kata kamu semesta tidak salah.
Takdir juga tidak salah.
Tidak ada yang bisa disalahkan.
Untuk hidup dan bernafas tanpa rasa sakit pun kamu sudah bahagia bukan main.
Menurutmu itu adalah sebuah keberuntungan.
Keberuntungan yang sangat patut untuk disyukuri.
Ada saatnya aku tidak mengerti dengan jalan pikir positif kamu, nu.
Karena se-indah, se-baik, dan se-istimewa itu kamu.

Maaf.
Maaf atas segala hal yang terjadi padamu karena aku.
Maaf karena aku belum sepenuhnya bisa membalas semua kebaikan kamu.
Dan maaf karena aku hadir dalam lembaran catatan kehidupan kamu.
Kalau aku tahu takdir akan begini, aku pasti akan memilih untuk membahagiakan kamu lebih awal.
Aku menyesal, sungguh.
Tidak ada kata yang bisa aku ucapkan selain kata maaf.

Janji padaku kalau kamu akan terus tersenyum seperti biasanya, ya?
Senyuman kamu bagaikan candu untuk aku, Ranu.

Terimakasih untuk segala hal yang kita ukir bersama. Dan ingat kata kata ku, 'Langit itu akan terlihat indah jika ada Awan yang selalu menyertainya.'


©naskahjingga