@naskahjingga on twitter! 💕

Party gif

image

Hijau dan Sekar sudah sampai di cafe yang gif maksud. Cafe terlihat ramai oleh beberapa teman gif, termasuk PCR circle.

“Yang lain mana kar?” tanya Hijau setengah berbisik kepada Sekar.

Sekar mengindikkan bahu tanda tidak tau lalu mengeluarkan handphone nya berniat ingin menanyakan keberadaan teman temannya.

“Woi!!” itu suara Kiano yang berasal dari belakang mereka berdua.

Kiano, Ruvin, Ira, Gavin dan Alice ternyata berangkat bersama.

“Kalian bareng?” ujar Sekar.
“Awalnya berempat doang, tapi si anak curut satu ini maksa mau ikut bangsat jadi sempit mobil gue” jawab Ruvin sembari melayangkan tatapan julid nya kepada Kiano.
“Dih apa an, kan biasanya juga gue ikut lo tolol”
“Anak siapa sih lo hah? Gatau terimakasih bgt sat”
“Anak bapak gue, kenapelu? Protes?”
“Udah udah ah berantem mulu heran, eh Ayres mana?” Sekar bertanya lagi karena sedari tadi ia tidak melihat Ayres.
“gatau, katanya bawa motor sendiri” jawab Ira sembari merapikan bajunya yang terlihat kumal.
“Masuk aja yuk, nyamuk” akhirnya Hijau bersuara setelah lama diam.

Mereka semua masuk, lalu langkah Hijau terhenti saat menatap lurus objek di depannya “Bunda!!”

“Bunda?” Sekar juga menatap arah pandang Hijau lalu menemukan seorang wanita paruh baya yang sangat cantik dan ia sedang berbincang dengan Gif.

Jujur, Sekar tidak pernah melihat bundanya Hijau apalagi berbincang. Tapi, kalau Sekar asli kayaknya pernah.

“Aku kesana bentar ya” izin Hijau lalu melangkah pergi dengan tergesa tanpa mendengar jawaban dari Sekar.

Dari belakang, Kiano memegang pundak Sekar lalu berbisik pelan “Bunda nya Hijau sakit, mungkin dia khawatir sama bundanya”

Sedikit terkejut, karena terlihat dari ekspresi wajah sang bunda yang terlihat sedikit pucat karena tertolong oleh lipstik beliau yang berwarna nude.

“Sekar, gue sama Alice kesana dulu ya” Ira yang sudah lama diam, akhirnya membuka suara lalu mendatangi tempat untuk memesan makanan di cafe itu.

Sekarang hanya tersisa Gavin, Ruvin, Kiano dan Sekar. Dalam keheningan mereka, ada sebuah suara yang menyapa “Maaf guyss gue telattt”

Dia adalah Ayres, yang datang dengan rambut sedikit berantakan sepertinya bekas helm.

“Si kampret telat kenapa lo?”
“Macettt ashu”

“Guys” Sekar menyilangkan tangannya di dada lalu mengedarkan pandangan elang nya ke setiap tamu yang ada.

Mereka berlima berpose seperti agen rahasia yang tak berpengalaman. Terlihat lucu bukan keren.

Sekar menyipitkan matanya lalu berkata “Siap? Gue bagi tugas ya”

Ayres, Gavin, Kiano dan Ruvin mengangguk bersiap mendengarkan arahan Sekar.

“Kiano, tugas lo Gita. Ayres, tugas lo Stella. Ruvin sama Gavin, lo ikut nimbrung Hijau sana. Sok asik aja, ngerti?”

“Dih Kiano enak dong bangsat, bisa pacaran” protes Ayres.
“Iri aja lo jomblo”
“Lo sama Stella pacaran jg dong res” canda Sekar.
“Apa an, najis”
“Lo ga peka ya, res” celetuk Gavin.
“Peka apa an janco”
“Stella tuh suka sama lo, bodoh!” maki Ruvin.
“Kita semua aja tau, anjir” ujar Sekar sembari tertawa pelan.

“Tapi gue sukanya lo gimana dong”

Semua mendadak diam.


©arunandaa