@naskahjingga on twitter! 💕

“Siapa res?”

Sekar membenarkan posisinya yang awalnya berbaring menjadi duduk. Ia bertanya pada Ayres karena baru saja menerima telepon dari seseorang.

“Hijau” jawab Ayres sembari berjalan mendekati Sekar.

“Oh” Sekar hanya ber-oh ria sembari memegangi pipi nya yang masih bengkak akibat tamparan ibunya yang sangat keras kemarin.

Ayres menduduk kan dirinya di kasur Sekar lalu menatap sang wanita dalam “lo kenapa ga lawan sih?”

Sekar tersenyum “Dia nyokap gue, masa gue nampar dia balik sih”

“Lo bahkan gatau kalau dia bukan nyokap kandung lo” gumam Ayres pelan sembari membuang muka ke sembarang arah.

“Hah? Lo ngomong apa res?”
“G-gapapa, nothing. Sini pipi lo”

Sekar memajukan wajahnya lalu mempersilahkan Ayres menyentuh pipinya.

“Lo mantan gue ya kan?”

deg

Kenapa Sekar tiba tiba nanya hal itu.

“Kenapa?” ujar Ayres mencoba tenang, karena sebenarnya ia takut. Takut kalau Sekar mengingat kembali alasan dirinya mengatakan putus pada Sekar. Alasan yang sebenarnya tak pantas untuk diucapkan pada wanita sebaik Sekar. Ia menyesal melepaskan wanita didepannya ini. Dan untuk punya hubungan kembali pun, Ayres takut akan menyakiti wanita ini untuk kedua kalinya.

Lebih bisa disebut trauma. Sekarang, baginya hubungan sebagai teman baik saja ia sudah sangat bersyukur. Apalagi saat ia tau sebuah fakta kalau 'Sekar menyukai Hijau'.

“Tidur gih, Kemaren ga tidur kan?”
“Biasa, kamar mandi doang mah kecil. Gue kuat wkwk”
“Iya, lo kuat bgt. Tidur cepet”
“Minjem tangan lo dong”
“Buat?”
“Pengganti dream catcher”
“Hah?”
“Udah sini in, kalau risih bilang aja gapapa”
“Jangan di ilerin ya”
“Kurang ajar, gajadi ah biarin gue mimpi buruk aja”
“Eeeh canda elah, emang lo suka mimpi buruk?”
“Makanya gue minjem tangan lo supaya bisa nyaring mimpi indah buat gue kayak dreamcatcher”
“Emang bisa?”

Sekar hanya tersenyum lalu perlahan terlelap ditemani tangan kiri Ayres yang ia genggam. Ayres memandang wajah tenang Sekar lalu tersenyum.

“Kenapa gue sadarnya telat ya kalau lo itu cantik?”


“Res, lo ga pulang? Udah sore loh ini”

Bian, baru saja pulang dari 'urusan mendesak' nya di kantor. Setelah menginjak rumah, ia langsung menuju kamar adiknya lalu menemukan sang adik dan Ayres yang tertidur pulas. Sekar yang tidur di kasur, dan Ayres yang tertidur di bangku samping kasur Sekar. Dengan posisi tangan Ayres yang masih digenggam Sekar.

Ayres menjelaskan pandangannya lalu melihat Bian yang berdiri di sampingnya “eh bang, udah selesai urusannya?”

“Udah, eh kok ini ada makanan sih. Lo yang beli res? Kok ga dimakan”
“Makanan?”

Dan benar saja, di atas nakas ada sebuah totebag yang berisi berbagai macam makanan. Dan makanan itu masih panas.